Jumat, 18 Mei 2012

YUK PELIHARA KURA-KURA AIR

Care Sheet Aquatic Turtle

Kura-kura akuatik (hidup di air) adalah kura-kura yang paling sering terlihat di alam liar. Kebanyakan orang yang tinggal dekat perairan seperti sungai sering melihat kura-kura berjemur di bawah sinar matahari di atas batang kayu. Kura-kura air memang terlihat menyenangkan dan sepertinya mudah dipelihara. Tapi sebenarnya hanya ada beberapa yang mudah untuk dipelihara dan beberapa lainnya tidak mudah dipelihara. Dan bahkan kura-kura air yang mudah dipelihara tetap membutuhkan habitat yang terencana dan terawatt dengan baik agar bisa hidup dan tetap sehat.

Jadi bila Anda ingin memelihara kura-kura air, Anda bisa membaca tulisan ini sebelum membeli kura-kura air yang akan Anda pelihara.


Aquatic Turtle Basic Care:

Kebanyakan kura-kura air bisa dipelihara dalam akuariu kaca, meskipun lebih baik lagi bila kura-kura air dipelihara secara outdoor. Syaratnya, semakin besar ukuran akuariumnya, semakin baik untuk kura-kuranya. Akuarium yang panjang lebih bagus dipakai ketimbang akuarium yang tinggi, karena kura-kura air akan punya ruang permukaan yang lebih luas untuk bernafas dalam akuarium yang panjang.

Akuariumnya juga harus cukup besar untuk menampung cukup air supaya kura-kura bisa berenang dan bolak-balik naik-turun di dalam air, tanpa tempat yang bisa membuat kura-kura terjepit dan tertahan di bawah air. Dan yang paling penting adalah kura-kura butuh tempat dimana mereka bisa keluar dari air unuk berjemur, seperti batu atau batang kayu yang dilengkapi lampu berjemur diatasnya untuk menghangatkan kura-kura. Bila Anda hendak mengembangbiakkan kura-kura air Anda, mereka butuh area daratan dengan pasir atau tanah lembut dimana kura-kura betina nantinya akan menetaskan telurnya. Pastikan saat kura-kura memanjat batu atau batang kayu ketika keluar dari air tidak akan melukai atau menggores tempurung kura-kura dan menyebabkan infeksi. Pastikan untuk menggunakan batu atau batang kayu yang tidak tajam.

Akuarium tersebut juga membutuhkan filter yang baik, tipe canister yang besar adalah yang terbaik, mungkin juga dibutuhkan penghangat air (water heater) untuk menjaga suhu air yang tepat bagi spesies kura-kura air tersebut., dan juga sebuah thermometer bawah air agar Anda mengetahui derajat suhu air dalam akuarium. Filter yang bagus akan membantu menjaga kesehatan kura-kura Anda, menghindarkan dari infeksi tempurung, dan membuat Anda tidak perlu sering-sering menguras air dalam akuarium. Meskipun begitu, Anda harus tetap menguras akuariumnya minimal seminggu sekali untuk menjaga tingkat pH air dan mineral dalam air akuarium tersebut. Anda tidak perlu juga mendekorasi akuarium, dan kebanyakan kura-kura air tidak butuh substrat atau alas dasar akuarium. Lagipula, akuarium akan mudah dibersihkan bila tidak dipakaikan substrat apapun.

Hal lain yang dapat sangat membantu menjaga kebersihan akuarium adalah dengan menyediakan akuarium terpisah untuk memberi makan, dan hanya gunakan akuarium terpisah tersebut untuk memberi makan dan pastikan kura-kura Anda hanya makan di akuarium tersebut! Cara ini dapat membantu meminimalisir terjadinya endapan sisa-sisa makanan di “rumah utama”nya, dan Anda dapat lebih mudah memonitor berapa banyak makanan yang dimakan oleh kura-kura Anda dan meyakinkan bahwa kura-kura Anda telah mendapatkan cukup makanan untuk mencegah terjadinya obesitas. Kura-kura yang kegemukan sama dengan kura-kura yang tidak sehat, dan akan mudah stress, karena mereka tidak bisa menyembuntikan kepala dan kaki-kaki mereka dalam tempurung saat merasa terancam. Kebanyakan kura-kura air dewasa hanya butuh diberi makan tiap dua hari sekali dan hanya sebanyak apa yang mereka makan dalam 3-5 menit. Jadwalkan pemberian makan bagi kura-kura Anda dan kura-kura Anda akan lebih bahagia.

Suplemen vitamin dan mineral dibutuhkan oleh semua kura-kura yang dipelihara secara captivity (dalam akuarium), dan bila kura-kura air Anda diletakkan dalam rumah sepanjang waktu, Anda akan membutuhkan lampu full-spectrum khusus reptil agar kura-kura Anda dapat melakukan metabolisme vitamin dengan baik.

Kura-kura air yang paling baik untuk dipelihara bagi seorang pemula adalah spesies kura-kura air lokal hasil captive-bred. Cara ini membuat Anda tidak perlu repot-repot menyesuaikan perbedaan iklim yang radikal pada kura-kura air non-lokal, dan kura-kura Anda tidak akan stres atau bahkan sakit karena biasanya kura-kura non-lokal dikirim dari jarak jauh menggunakan kapal.

Pastikan untuk memeriksakan kura-kura Anda pada dokter hewan sesegera mungkin, hanya untuk memastikan bahwa kura-kuranya sehat. Siapkan akuariumnya dan sesuaikan letak akuarium sebelum membawa pulang kura-kura Anda, pastikan segala sesuatunya berfungsi dengan benar dan suhu telar diatur, dan usahakan sebisa mungkin kita tidak menganggu atau mengutak-atik rumah baru bagi kura-kura air tersebut selama beberapa hari, supaya kura-kura dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam akuarium dan menghilangkan stres. Jangan kuatir bila beberapa hari pertama kura-kura Anda tidak makan terlalu banyak, tapi bila kura-kura Anda tidak makan sama sekali setelah seminggu, bawalah ke dokter hewan!

Pastikan Anda mengetahui secara pasti jenis kura-kura air Anda agar dapat menyesuaikan kondisi habitat pemeliharaan di akuarium Anda. Beragam jenis kura-kura air yang biasanya dijual di Indonesia berasal dari 8 famili dalam keluarga besar Chelonia, yakni Carettochelyidae, Chelidae, Chelydridae, Emydidae, Geoemydidae, Kinosternonidae, Podocnemididae, dan Trionychidae. Dan diantara famili-famili trsebut ada yang bersifat full-aquatic dan ada juga yang bersifat semi-aquatic. Berikut penjelasan secara umum dari famili-famili tersebut.

Jenis-jenis yang pada umumnya bersifat full-aquatic adalah Carettochelyidae (kura-kura moncong babi), Chelidae (kura-kura leher panjang, matamata, kura-kura leher pendek), Chelydridae (Common dan Alligator snapping), Kinosternonidae (Razorback, stinkpot) dan Trionychidae (labi-labi atau bulus). Karena itu, settinglah akuarium dengan perbandingan luas area air lebih besar dibanding luas area darat (untuk berjemur) Meskipun dari jenis-jenis ini banyak sukses dipelihara secara benar-benar fullwater, tapi alangkah baiknya bila Anda tetap memberikan tempat berjemur agar proses metabolisme juga berjalan lancar.

Jenis-jenis yang pada umumnya bersifat semi-aquatic adalah Emydidae (kura-kura Brazil, diamondback terrapin, kura-kura map Mississipi, American box turtle, dan lain-lain), Geoemydidae (kura-kura Ambon, kura-kura daun, kura-kura sungai, dan lain-lain), dan Podocnemididae (Yellow-spotted turtle atau unifilis). Karena itu, settinglah akuarium dengan perbandingan luas area air lebih sebanding dengan luas area darat (untuk berjemur).

Bila Anda telah mengetahui spesies kura-kura air yang akan Anda pilih dan telah menyediakan rumah yang semirip mungkin dengan habitat aslinya, Anda tidak akan menghadapi masalah dan akan lebih banyak kesenangan yang Anda dapatkan bersama kura-kura akuatik peliharaan baru Anda.


Aquatic Turtle Food or Diet:

Bila Anda memiliki kura-kura air, Anda sebaiknya terlebih dahulu mengetahui secara pasti kura-kura Anda tergolong spesies yang mana, dan barulah cari tahu apa yang spesies kura-kura air tersebut perlukan untuk menjadi sehat dan bahagia. Ada banyak juga informasi di internet tentang kura-kura dari semua jenis, pastikan juga Anda mendapatkan saran bagus dari orang yang tahu mengenai apa yang Anda tanyakan.

Ada beberapa aturan umum mengenai makanan kura-kura air yang dapat membantu menjaga kesehatan kura-kura air Anda dan memastikan bahwa kura-kura air Anda diberi makan dengan baik.

Hal pertama yang harus diketahui tentang makanan yang sesuai bagi kura-kura air Anda adalah tidak seperti kebanyakan kura-kura darat, hampir semua kura-kura air mendapatkan banyak nutrisi dari protein hewani, terutama bagi kura-kura berusia muda. Beberapa spesies seperti kura-kura Slider dan Painted, lebih bersifat karnivora ketika masih muda, namun menjadi vegetarian ketika dewasa. Lagi-lagi, pastikan Anda mengecek kebutuhan spesifik dari spesies kura-kura air Anda.

Kebanyakan kura-kura air itu omnivora, yang berarti bahwa mereka pada dasarnya memakan apapun yang mereka temukan: tanaman akuatik yang banyak, dan juga siput, serangga, ikan, katak, dan semacamnya. Karena mereka memakan binatang secara utuh, tulang-tulang dari mangsanya terkadang memberi cakupan kalsium yang mereka perlukan dalam makanannya. Biasanya, orang yang memelihara kura-kura salah kaprah tentang bagaimana memperlakukan kura-kura air dengan baik adalah dengan hanya memberikan daging saja, tapi pada kenyataannya kura-kura air membutuhkan kalsium dari tulang mangsanya, atau suplemen kalsium komersial yang bagus, supaya pertumbuhan tulang kura-kura air tumbuh dengan baik.

Karena memakan tulang juga terkadang dapat menimbulkan gangguan pencernaan atau bahkan luka, kebanyakan pemelihara kura-kura air lebih memilih untuk memberikan suplemen kalsium dan vitamin D3 yang bagus. Anda dapat meminta pet supply shop terdekat untuk menyarankan merk terbaik yang Anda bisa beli.

Dalam keadaan apaun, jangan hanya memberi makanan kura-kura air Anda dengan pelet saja. Beberapa merk memiliki cakupan nutrisi yang sangat kurang dan bahkan tidak memiliki vitamin, mineral dan serat dan dibutuhkan. Selain itu juga, bila Anda memberi makanan kura-kura air berupa ikan secara terus menerus juga tidak baik karena bisa menimbulkan masalah pada liver akibat tingginya kandungan lemak yang pada ikan serta menyebabkan kura-kura air Anda kekurangan vitamin B akibat sebuah enzim yang ada dalam ikan.
Ketika Anda memberi makanan berupa pelet, campurkanlah terlebih dahulu dengan bubuk vitamin D3 dan kalsium reptil yang berkualitas dalam air terpisah dan diamkan sebentar selama 15 menit sebelum diberikan pada kura-kura air Anda. Cara ini akan membuat pelet tersebut menyerap bubuk kalsium dan menambah cakupan kalsium bagi kura-kura air Anda. Hal ini pun tidak akan membuat bubuk kalsium terbuang percuma. Taburi juga bubuk tersebut pada makanan hidup dan vegetasi makanan dan kura-kura air Anda akan mendapat cukup kalsium.

Cobalah untuk menyediakan makanan yang bervariasi dan seimbang pada daftar makanan di bawah ini. Berikan kura-kura air Anda sebuah porsi yang terdiri dari dua atau tiga jenis makanan dari daftar ini, dan berikanlah porsi berbeda yang terdiri dari dua atau tiga jenis makanan yang berbeda pula pada pemberian makan selanjutnya.

1. Tumbuhan air dan sayuran hijau yang banyak setiap hari.
2. Turtle Food komersial yang berkualitas bagus 3 x seminggu
3. Sejumlah ikan teri mentah, ikan mas kecil, atau ikan kecil lainnya sesekali.
4. Pelet ikan, 2 x seminggu untuk kura-kura anakan dan 1 x seminggu untuk kura-kura dewasa.
5. Cacing tanah, jangkrik, cacing sutra, cacing beku, dan semacamnya sesekali.

Sebaiknya jangan menggunakan batu-batu kecil atau pasir halus apad akuarium berisi kura-kura air karena dapat menjadi ancaman hidup bila secara tak sengaja termakan. Selain itu juga, batu-batu kecil tersebut mengendapkan sisa-sisa makanan yang akhirnya membusuk dan membuat air berbau tak sedap dan keruh.

Selamat memelihara kura-kura air!

SPECIAL CARPET PHYTON EDITION


Subspesies dari Carpet Python (Wild Type alias non-MORPH)

1.Centralian carpet python (morelia spilota bredli) Gow, 1981, name after ROB BREDL (barefoot bushman) father....
2.Jungle Carpet Python (morelia spilota cheynei) Wells & Wellington, 1984.
3.Southwestern Carpet Python (morelia spilota imbricata) Smith, 1981.
4.Diamond Python (morelia spilota spilota) Lacépède, 1804.
5.Coastal Carpet Python (morelia spilota mcdowelli) Wells & Wellington, 1984.
6.Inland Carpet Python (morelia spilota metcalfei) Wells & Wellington, 1984.
7.Northwestern Carpet Python/Darwin Carpet Python (morelia spilota veriegata)
8. Papuan/Irian Jaya Carpet Python (morelia spilota harrisoni)*
Irian Jaya


Coastal


Jungle


Centralian


Diamond


Inland

Photo by : jeemarr

Southwestern

Photo by : keyarna

Darwin (wild caught)

Photo by : waruikazi

MORPH Carpet Python :

- Tri-Stripe Coastal (Proven)
- Caramel Coastal (Proven)
- Jaguar Coastal (Proven)
- Tiger Coastal (Proven)
- Hypomelanistic Coastal (Proven)
- Zebra Jungle (Proven)
- Albino Northwestern (Proven)
- Granite Irian Jaya (Proven)
- Dominant Red/Hypo Jungle (Proven)
- Motley Irian Jaya (Unproven)
- Axanthic Coastal (Unproven)
Granite


Jaguar


Zebra Jaguar


Irian Jaya Jaguar

Axantic


Tiger


Motley


Granite Jaguar


Albino

Ayo pelihara ULAR !


Apa ular pertama yg cocok untukmu?


IMG_5355Photo by: H4y4sh1

KAMU INGIN MEMELIHARA ULAR. BAGAIMANA KAMU MEMASTIKAN MEMILIH YANG BENAR?

KAMI INGIN MEMBANTU ANDA MENENTUKAN PILIHAN.

Sebelum memilih jenis ular, sebaiknya kita memerhatikan bebarapa hal berikut:.
  • Berapa besar tempat yang anda siapkan untuk saat ini dan nanti saat ular dewasa? Penting untuk mengetaui jenis ular yg akan dipelihara dan memperhatikan tempat yang dapat disediakan.
  • Berapa besar biaya yang diperlukan untuk member makan dan perawatan ular setiap bulannya? Bila mempunyai budget yang terbatas, tidak dianjurkan memelihara ular yang besar dan mahal. (nanti ga bisa beli beras) 
  • Apa tingkat (level) kemampuanmu dalam menangani ular? Tingkat/level bisa berdasarkan dari pengamatan atau analisa seseorang setelah berinteraksi dengan beberapa spesies ular yang diketahui. Ygng paling tahu tingkat kemampuan anda menangani ular adalah anda sendiri.
  • pertanyaan paling penting. Apakah kamu akan menekuni hobby ini untuk jangka panjang? Rata² ular hidup 15 tahun. Apakah kamu akan menekuni hobbi ini selama itu?
Ok setelah anda mengerti beberapa hal yang saya sampaikan diatas semoga anda sudah mempunyai jawabannya, saya akan mencoba memberi beberapa masukan untuk anda..
bpsmallPhoto by: H4y4sh1
Memilih ular seperti memilih pacar, pertama anda harus tertarik dengan pasangan anda. Ga ada untungnya kalau pacaran tapi tidak didasari oleh rasa suka.
:) Kembali ke Ular, anda harus memilih ular yang menarik minat anda dan kemudian cari tahu bagaimana perawatan dan diskusikan dengan orang² yang sudah lebih berpengalaman dalam memelihara ular, jika anda dapat memenuhi kebutuhannya mungkin saja anda baru menemukan ular yang akan anda pelihara.
Beberapa jenis mempunyai reputasi yang dibawa karena perilakunya, seperti ular temannya setan, python molurus paling jinak, menurut saya reputasi tersebut jgn mudah dipercaya, karena tidak sepenuhnya benar. Jenis ular yang kalem kadang juga bersifat aggressive dan sebaliknya.
Itu satu lagi alasan kenapa harus berhati² dalam memilih ular pertama mu.
MilkSnake

Yang harus diperhatikan saat membeli ular.

  1. Pastikan ular tersebut aktif terjaga.
  2. Pastikan ular mau makan.
  3. Pastikan ular tidak terlihat dihinggapi parasit, seperti kutu dll..
  4. Jika tersedia, pilih yang CB dari pada yang WC.
  5. Kulit biasanya halus dan tidak kasar atau luka. Badan ular tidak kurus kering tapi biasanya padat berisi.
  6. Mata harus jernih dan tidak berbayang, perhatikan bila ular mau berganti kulit.
  7. Mulut ular harus selalu tertutup rapat dan hanya tempat keluarnya lidah yg terbuka sedikit. Dan lidah tampak bersih dari penyakit atau tindikkan.
  8. Nafas ular tidak berbunyi and tdk ada gejala sakit (Walaupun jenis ular yang besar kadang nafasnya berbunyi saat dihandle karena memaksa mengeluarkan udara dari pernafasannya). Ada juga sebagian ular yang mendesis saat mau dihandle ketika ular itu mau ganti kulit, sebaiknya pilih ular ketika selesai ganti kulit.
  9. Pindahkan ular ke tempat yang lebih datar permukaannya, bila ada keanehan saat ular berjalan berarti ada yang salah.
  10. Apakah kandangnya bersih dan terpelihara?.
California-King-Snake-(Ring
Selamat memelihara ular..

RETICULATED PHYTON


Reticulated python  




Nama lokal : Sanca Kembang, sanca batik, dll.
Nama Sains : Python reticulatus
Penyebaran
Asia Tenggara, Filipina dan Indonesia. Sanca kembang memiliki penyebaran yang terluas dari semua spesies Python.
Status di alam liar
Penyebarannya sangat luas tetapi jumlahnya yang berkurang, karena eksploitasi untuk mendapatkan kulit dan dagingnya. Pada tahun 2002 eksport kulit ular ini sebesar 437.500
Kenyataan buruk ini menunjukan secara legal lebih mudah memindahkan ular mati daripada yang hidup.
Deskripsi
Sanca Kembang berbentuk langsing untuk ukurannya dan berkembang dengan lingkar tubuh yang berotot yang cendrung tetap membulat dari pada memipih seperti ular pembelit lainnya. Sanca raksasa ini sangat bermacam-macam, dengan motif jaring atau rantai dengan warna dasar perak (abu-abu) atau perak coklat. Motif punggungnya adalah ciri khas warna dasar dari ular ini dan bergaris tepi warna hitam dan kuning, oranye atau coklat. Bintik-bintik di samping badannya berwarna terang. Seluruh tubuhnya memantulkan warna “hologram” (seperti pelangi).
Sanca Kembang yang baru ditangkap dari alam liar cenderung (wild-caught – RED) menjadi binatang yang sangat gugup (ketakutan) dan bertahan yang akan mengigit untuk berusaha lepas dari pegangan kita dan kabur. Tetapi hasil ternakan (captive-breed – RED) biasanya tenang dan bahkan jinak, hewan yang pintar yang senang berinteraksi bila si pemelihara membuatnya begitu. Jenis ini adalah pilihan yang bagus yang bisa memberikan perbedaan yang sangat besar dalam pengalaman memelihara ular.
Ukuran
Ular yang baru menetas kurang lebih mempunyai panjang 60cm. Ukuran dewasa (sudah dapat kawin) Betina sekitar 3.3m lebih, jantan 2.3m. Ukuran yang pernah tercatat sekitar 33 kaki (11meter) dan berat 300 pon (150 kg) lebih.
Umur Hidup
Sanca Kembang dapat hidup 30 tahun atau lebih di dalam kurungan.
Mutasi Warna
Warna dan motifnya meliputi T- albino, T+ albino, Tiger, Super Tiger, Albino Tiger, dll.
Pedoman Pemeliharaan
Tingkat Kesulitan
Mahir – sebelumnya pemilik harus mempunyai pengalaman dengan ular yang lebih besar dan dapat menyesuaikan ataupun terbiasa (“nyaman”) dengan perawatan serta penanganannya. Tidak cocok sebagai ular untuk pemula. Sanca Kembang biasanya menyesuaikan dengan perlakuan pemilik mereka . Bila dipelihara oleh pemilik yang sudah mengerti mereka akan berprilaku baik dan ular sanca yang besar dan jinak.
Sedikit tambahan dari beberapa referensi, Sanca Kembang hasil tangkapan liar biasanya walaupun sudah jinak, kadang kala menjadi galak serta menyerang karena keget, ataupun kadang kala tanpa alasan yang jelas.
Kandang
Kadang bisa sederhana ataupun rumit tergantung kemampuan menjaganya. Ingatlah bahwa semakin banyak barang yang ditaruh di kurungan, semikin banyak pula barang yang harus di bersihkan. Sangat banyak pilihan untuk pemilihan kandang untuk Sanca Kembang yang masih kecil, seperti kotak plastic tempat baju, rak melamin, dan kandang-kandang plastic reptile yang banyak di jual di pasaran. Akuarium dari kaca memadai untuk hewan yang lebih kecil. Perlu diingat bahwa penutup kandang kadang kala dapat menimbulkan kesulitan untuk mengatur tingkat kelembaban.
Sanca Kembang yang baru menetas sepertinya cocok di kandang yang kecil juga. Ular kecil di kandang yang besar bisa menjadi stress. Untuk ular yang besar, paling sedikit kandangnya harus mempunyai panajng setengah dari ular tersebut. Semakin panjang semakin baik. Dan juga pilihlah yang lebar karena Sanca Kembang perlu lantai yang lebar. Semua kandang harus memiliki tempat yang panas pada sebuah sudut, dan tempat yang lebih dingin di sudut yang berlawanan. Berapapun umur ular itu, Sanca Kembang sangat kuat maka harus ditaruh di kandang yang kuat dan pengunci yang kuat. Kandang yang baik (kuat dan nyaman untuk ular) sangat dibutuhkan, sehingga kandang ini harus menjadi bahan pertimbangan dalam memelihara ular raksasa.
Alas
Hanya sedikit alas yang bekerja dengan baik. Koran adalah yang paling murah dan paling mudah untuk dibersihkan: buang yang lama dan ganti dengan yang baru. Cypress mulch bagus untuk mengendalikan kelembaban, tetapi ingatlah bahwa terlalu tinggi kelembaban dapat mengganggu kesehatan, begitu juga kalau terlalu rendah kelembaban. Jangan pernah menggunakan alas yang mengandung Cedar karena mematikan untuk reptil.
Suhu dan Pemanasan
Sediakan ular Sanca Kembang anda dengan titik berjemur 88-92 F (31-33 C) dan suhu kandang 78-80 F (25.5-26.6 C)(suhu ini tidak boleh turun hingga lebih rendah dari 75 oF-24 C). Sangat penting untuk mengetahui suhu di kandang, dan janganlah menebak. Yang bagus adalah menggunakan termometer digital luar/dalam. Taruh thermometer di dalam kandang, dan ujung lainnya di luar kandang. Sehingga anda dapat mengetahui suhu di luar dan di dalam pada waktu yang sama.
Ada beberapa cara untuk menghangatkan kandang: alas pemanas dari bawah kandang, pemanas keramik, lampu “berjemur” (lampu ditempatkan di suatu sudut sisi untuk berjemur, baik lampu untuk siang maupun lampu malam). Bila menggunakan bohlam ataupun keramik haruslah memperhatikan kelembaban di dalam kandang, apalagi bila menggunakan kandang dengan tutup atas, karena pemanas maupun kandang dengan tutup atas keduanya membuat kelembaban hilang dengan sangat cepat. Gunakan thermostats, rheostats, dan atau timer untuk mengontrol sumber panas. Jangan menggunakan batu pemanas pada ular karena terlalu kecil untuk permukaannya dan dapat menyebabkan luka bakar yang serius.
Kelembaban
Menyediakan kelembaban yang cocok untuk Sanca Kembang adalah sangat penting untuk menjamin lingkungan yang sehat dan membantu ketika proses ganti kulit, tetapi seperti dibilang sebelumnya, kelembaban yang terlalu tinggi pun dapat menjadi masalah sama seperti bila terlalu sedikit. Untuk membuat tingkat kelembaban 50% – 60%, kita memiliki beberapa pilihan.
1. Gunakan cypress mulch atau bahan yang sejenis yang dapat melembabkan. Cypress sangat bagus untuk digunakan, ciri-cirinya warnanya coklat terang saat kering dan menjadi gelap setelah basah, jadi kita tahu kapan kita perlu membasahinya lagi.
2. Buatlah box kelembaban untuk ular. Menggunakan container plastic dengan ukuran yang lebih kecil dari kandang dan muat saat ditaruh didalam kandang, yang diisi dengan sphagum moss (peras lah untuk mengetahui ukuran kelembaban), gunting container plastic pada bagian atas tutupnya atau bagian samping dari plastic container tersebut. Taruh di dalam kandang ular sehingga ular dapat masuk kedalamnya saat ular tersebut menginginkannya.
Harus diingat, bila kita memiliki kandang dengan tutup atas yang berlubang, buka dari atas, atau sejenisnya, ada baiknya kita menutupnya dengan plastic, handuk atau sesuatu yang dapat menahan kelembaban agar tidak hilang. Juga harus menjaga suhu karena udara yang hangat lebih dapat menahan kelembaban daripada udara yang dingin. Kita harus membuat kandang yang lembab, bukan basah. Kandang yang basah dapat menyebabkan infeksi baik karena bakteri maupun jamur, dan tentu saja akhirnya kepada kematian.
Pencahayaan
Asupan (pemberian) cahaya tidak diperlukan pada jenis ini, tetapi bila digunakan haruslah 12/12 cycle, yang artinya 12 jam nyala dan 12 jam mati. Bila terus-menerus, bisa menyebabkan stress pada ular, apalagi jenis ini termasuk nocturnal (aktif pada malam hari).
Air
Selalu ganti air dengan air yang bersih untuk ular Sanca Kembang anda, sebagaimana mereka memiliki kecendrungan untuk minum dengan sangat banyak. Ukuran dari tempat air minum adalah terserah anda. Bila cukup besar untuk berendam, maka cepat atau lambat si ular akan tampak senang untuk berendam dari waktu ke waktu. Pastikan bahwa tempat minum tidak terlalu dalam untuk hewan yang masih kecil. Banyak ular akan membuang kotorannya di tempat air minum, jadi siap-sedialah untuk membersihkannya, men-disinfektan dan mengganti air kapan saja dibutuhkan. Sering kali kita perlu menyediakan tempat minum cadangan, sehingga ada pengganti tempat minum ketika yang satu lagi dibersihkan.
Asesori
Satu asesori kandang yang berguna untuk membuat Sanca Kembang tetap bahagia adalah sebuah tempat persembunyian yang bagus… atau mungkin sepasang tempat persembunyian. Ular ini sensitive, ular yang pintar yang menyadari dan menggunakan tempat persembunyian. Sediakan di dua titik panas dan dingin dari kandang, sehingga ular dapat bersembunyi baik di tempat panas maupun di tempat dingin, dan ular tidak bingung memilih antar suhu dan keamanan. Pot bunga dari tanah liat atau plastic, maupun tempat sembunyi yang dijual di took hewan semuanya dapat digunakan. Untuk Sanca Kembang yang lebih besar, menempelkan kertas yang gelap pada semua bagian kandang adalah cara yang mudah untuk membuat ular kita merasa lebih aman. Apapun asesorinya minumnya the botol sosro…hehehee….. becanda kok mas-mas dan mba-mba, jadi apapun asesorinya pastikan tidak mengganggu keamanan ular kita.
Pemberian Makan
Beri makan ular anda dengan hewan pengerat yang ukurannya disesuaikan dengan ular tiap minggu. Bayi Sanca Kembang sebaiknya diberi mencit dewasa, atau tikus putih (rat) yang masih belum bisa berjalan (jalannya masih merayap). Saat ukuran mencapai 3 kaki (± 1 m) Sanca Kembang cukup besar untuk memakan tikus putih (rat) yang baru disapih. Setelah panjangnya 4 kaki (± 1.3 m) ular ini sudah sanggup untuk memakan tikus putih (rat) yang sudah dewasa. Jangan mengangkat ular anda paling tidak 1 hari setelah makan, karena dapat menyebabkan ular muntah. Sedikit tambahan dari yang translate, apa pun makanan ular kita yang kita berikan, ada baiknya memberikan makan ular dengan hewan yang sudah di matikan terlebih dahulu untuk menghindari ”kecelakaan” dimana makanan ular dapat melukai ular kita. Setelah mati baru kita goyang-goyangkan di depan muka ular kita. Dengan catatan ular kita tidak pilih-pilih makanan.
Kebanyakan Sanca Kembang mempunyai “feeding response” atau response makan (response saat diberi makan) yang kuat dan pada umumnya mudah untuk mengganti makanannya dengan hewan yang dibekukan/dicairkan atau hewan yang telah dimatikan. Jangan pernah meninggalkan hewan pengerat yang masih hidup tanpa diawasi bersama ular. Pemberian makan paling tidak 1 kali setiap 10 hari, terutama pada Sanca Kembang yang masih muda. Hal ini berguna untuk mengendalikan pertumbuhan ular, perlu diingat pemberian makan yang jarang membuat ular anda lapar dan membuatnya ”gelisah” mencari makan, sehingga response makannya lebih kuat selama berinteraksi dengan orang yang memegangnya. Sebaliknya pemberian makan yang terlalu sering sekitar 1 – 2 kali seminggu memicu pertumbuhan yang cepat, sehingga harus bijaksana untuk memikirkan seberapa besar ular kita kita harapkan pada jangka waktu tertentu.
Sanca Kembang adalah jenis ular yang sangat penting membangun kebiasaan makannya agar aman saat dipegang, dimana ular ini adalah pembelit yang sangat kuat dan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan ketika sedang lapar. Jangan pernah pegang hewan lain lalu memegang ular; anda bisa dipikir ular sebagai makanannya. Saat ular mencapai ukuran 6 kaki (2 m) adalah bijaksana memberi makan ular dengan cara menaruh hewan yang sudah mati ke dalam kandangnya dan membiarkan ular menemukannya sendiri, karena ini akan menumbuhkan pencarian makanan yang lemah-lembut.
Semakin bertumbuh ular kita, makin lama kita juga harus memberi makan yang semakin besar juga, seperti contohnya kelinci yang besar dan lain-lainnya. Kita perlu mencari dan menemukan tempat membeli makanan untuk ular kita lebih dahulu, karna hal ini sangat bermanfaat dalam memelihara Sanca Kembang, berhubungan dengan anggaran belanja dan jadwal makan ular kita. Hubungi pemelihara ular lainnya atau anggota dari perkumpulan pecinta reptil dimana anda berada untuk membantu menunjukan tempat yang tepat. Memberi makan Sanca Kembang yang besar tidak selalu murah dan pengeluaran ini harus dipertimbangkan sebelum memilih untuk memelihara jenis ini.
Pemeliharaan
Bersihkan kandang ular saat diperlukan, terutama saat buang air baik BAB ataupun BAK, ataupun mangsa yang tidak dimakan, bersihkan secepatnya. Bersihkan dan basmin kuman baik kandangnya maupun tempat minum, untuk tempat minum sebaiknya paling lambat tiap 1 minggu sekali dan saat diperlukan. Tergantung kepada keadaan kandang, keluarkan semua alas dan perlengkapan kandan maupun asesori dan basmi kuman menggunakan larutan pemutih 5% tiap 1 bulan sekali. Cuci semua peralatan hingga bersih dan keringkan sebelum kembali ditaruh ke dalam kandang.
Keterangan Dasar Perkembangbiakan
NOTE: sebelum mencoba menternakan ular anda, anda harus tahu dengan pasti jenis kelamin dari ular anda. JANGAN pernah memasukan 2 ekor jantan yang sudah dewasa kedalam kandang yang sama, karna mereka akan berantem dan saling melukai ataupun saling membunuh!
Sanca Kembang mencapai kematangan secara sexual sejak berumur 18 bulang hingga 4 tahun. Ukuran untuk kawin sekitar 7-9 kaki (2.5 m – 3 m) untuk jantan dan 11 kaki lebih (sekitar 4 m) untuk betina. Musim kawin di tempat pemeliharaan biasanya dari November sampai Maret. Hentikan pemberian makan pada saat ini. Ular harus membentuk dan dalam kondisi yang prima sebelum mencoba untuk kawin. Untuk proses kawin dapat dirangsang dengan cara menurunkan frekuensi/jangka waktu cahaya menjadi hanya 8-10 jam saja dan menurunkan suhu pada waktu malam menjadi sekitar 75o F (24o C). Kenalkan si betina ke dalam kandang jantan. Membasahi (lembabkan) kedua ular dengan air dapat merangsang ular untuk mau kawin. Betina pada umumnya ganti kulit pada hari ke 14+ setelah ovulasi (proses kawin); mengeluarkan telur antara hari ke 34 – 49 (rata-rata hari ke 38) setelah ganti kulit karena proses ovulasi (kawin). Telur yang dikeluarkan antara 10 – 80 telur. Dengan suhu inkubasi 88 – 90 F (31-32.222 C) (suhu optimal), telur-telur ini menetas sekitar hari ke 88.
Note/Komentar
Sanca Kembang adalah rajanya ular pelilit. Ukuran dan kekuatan mereka termasuk yang terbesar di dunia ular, dan kecantikannya tidak ada tandingannya di antara ular-ular raksasa. Sanca Kembang bukanlah jenis ular untuk ‘semua orang’, mereka perlu dedikasih pemelihara dan berpengalaman yang berkembang dan memiliki pengalaman yang diperlukan untuk merawat ular ini dengan tepat. Memperhatikan insting berburu dari Sanca Kembang sangat mengagumkan dimana hanya sedikit jenis lain yang seperti ini. Sebelum memilih ular raksasa kuat ini, terlebih dahulu HARUS memiliki pengalaman menangani ular besar sebelumnya, walaupun yang akan dipilih adalah CB baby yang jinak yang bisa saja memiliki respons makan yang kuat. Sanca Kembang memiliki tantangan yang menakjubkan untuk pemelihara yang berpengalaman yang sudah siap untuk “yang terbesar dari mereka semua”.
copyright by : reptilx.com

10 ular paling berbahaya dan mematikan versi sherly's blog


SEBENARNYA klasifikasi 10 Venomous (ular paling berbahaya dan mematikan) ini sangat beragam versinya. Dan, tidak ada yang baku karena masing-masing scientistpunya pendapat dan data pendukung yang berbeda pula.
Kalo boleh saya berpendapat, sistem ranking seperti ini hanya untuk "seru-seruan" aja kok..most of them don't like this system..dead is dead ..mati ya mati..gak perlu dibikin sistem rangking.

Ada fakta menarik di balik list yang beredar, bahwa sebagian dari species ular yang ada di list berikut malah ada yang belum pernah membunuh manusia. Karena memang habitatnya jauh dari permukiman penduduk (remote area), contohnya adalah Inland Taipan..so far di Australia belum ada yang dibunuh oleh species ini.
Pelamis PlaturusPelamis PlaturusSo..dari mana mereka menentukan 1-10 nya ? All  berdasarkan hitungan matematis saja, lagian siapa juga yang mau jadi sukarelawan untuk di test seberapa cepat venom yang masuk bisa bekerja ?

Pseudonaja TextilisPseudonaja TextilisNah, berikut ini adalah daya kerja bisa ular yang sudah dan pernah diteliti di Australia. Adapun penerapannya melalui cara di suntik ke tikus via subcutaneous injection (suntikan yang biasa diaplikasikan pada suntikan vaksin atau medical umum lainnya).
Alasan penggunaan cara subcutaneous ini karena tipe suntikan ini mendekati dengan gigitan ular yang mengalirkan bisa ke jaringan tubuh di bawah kulit.

Kobra..Kobra..1. Oxyuranus microlepidotus ( Inland Taipan)         0.025mg/kg
2. Pseudonaja textilis      (Eastern brown snake)    0.0365mg/kg
3. Aipysurus duboisii       (Dubois's sea snake)        0.044mg/kg
4. Pelamis platurus           (Yellow bellied sea snake) 0.067mg/kg
5. Acalyptophis peronii     (Horned sea snake)         0.079 mg/kg
6. Oxyuranus scutellatus  (Coastal taipan)               0.106 mg/kg
7. Bungarus multicinctus  (Many banded krait)        0.108 mg/kg
8. Hydrophis melanosoma (Black banded sea snake) 0.111 mg/kg
9. Enhydrina schistosa   (Beaked sea snake)          0.1125 mg/kg
10. Boulengeria christyi    (Congo water cobra)        0.12 mg/kg

Semakin kecil dosis milligram nya maka semakin fatal. Sebagian besar list memang tidak biasa dan jarang kita dengar atau lihat.

Rabu, 11 April 2012

DIJUAL IGUANA

DI JUAL !
IGUANA BABY.

1 EKOR IGUANA GREEN UKURAN 40CM

HARGA MURAH MERIAH.
LOKASI BARANG ADA DI CIREBON.

MINAT?
HUB -
BB : 2673DC56

INI GAMBAR NYA-

GREEN IGGUANA


asal-usul

assalamualaikum

sekilas tentang blog saya..
saya buat blog ini sendiri loh,saya ga di buatin atau di bikinin.
saya bikin blog ini,terinspirasi dan dapet berbagai referensi dari seseorang.
hanya referensi dan pandangan.
selebihnya saya buat blog ini sendiri :)))
biasa nya kan perkenalan di awal,tapi ya daripada iseng.
kenalin dulu deh..
saya sherly trie octavianti,ya biasa nya sih temen-temen manggil saya sherly..
saya suka reptil atau hewan karena saya sering sekali berada pada grup-grup pecinta hewan.
ya meskipun pengetahuan saya belum banyak.
tapi dari pembuatan blog ini.
sedikitnya saya bisa belajar dan mencari bahan-bahan isian untuk blog ku tercinta ini.
aku sekarang sedang melanjutkan pendidikan di strata 1 universitas swadaya gunung jati.
hmm..
maaf yaa bahasa nya kalo kurang baik atau mungkin kurang di mengerti..
sekian dari iseng-iseng saya.
wassalamualaikum

oh yaa,ada bonus nih buat kalian yang suka binatang.

iguana gaya :)

http://www.youtube.com/watch?v=7ZGT7eZsbac

http://www.youtube.com/watch?v=8FbPJQqhQB8&oref=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fresults%3Fsearch_query%3Dreticulated%2Bphyton%2Bfunny%26oq%3Dreticulated%2Bphyton%2Bfunny%26aq%3Df%26aqi%3D%26aql%3D%26gs_nf%3D1%26gs_l%3Dyoutube-psuggest.3...221.20950.0.21400.52.52.11.5.5.2.313.7386.7j1j25j2.36.0.&has_verified=1