Selasa, 26 Juni 2012

hewan paling langka di dunia


Hewan dikatakan langka jika jumlah populasi mulai sedikit dan jarang di temukan lagi keberadannya di alam ini. Nah berikut ini ada 10 Hewan Paling Langka di Dunia hewan apa itu simak tulisan berikut ini.
1. The Pinta Island tortoise

Adanya di kepulauan pinta. Msuk dalam spesies Giant Galapagos Turtoise. Paling langka di dunia soalnya tinggal 1 doang yang masih hidup, which is gak bias berkembang biak lagi.
2. Baiji (Yangtze River Dolphin)

Cuma ada 10 dari binatang ini. Adanya di Cina. Aneh yah lumba – lumba nya
3. The Vancouver Island Marmot

Adanya di Vancouver Island, di British Columbia. Tinggal tersisa 75 ekor doang. Tapi udah berhasil dikembang biakan menjadi sekitar 150 ekor dan sekitar 44 yang baru lahir.
4. Seychelles Sheath-tailed Bat

Tinggal di Madagascar, Cuma ada kurang dari 100 ekor di dunia. Tapi para ahli masih berusaha buat ngembangin lagi.
5. Javan Rhino

BADAK JAWADari 60 yang diketahui, tempat tinggalnya Cuma ada 2 di jawa ( Indonesia) sama di Vietnam. Nih badak masih sering diburu di Malaysia, Sumatra, India buat diambil culanya.
6. Hispid hare

Biasa disebut “Bristly Rabbit” bias ditemukan di Himalaya, Nepal, Bengal, and Assam. Cuma bias ditemukan sekitar 110 ekor di dunia.
7. Northern Hairy-nosed Wombat

Gw sendiri gak tau ni binatang apa. Bisa ditemukan di New South Wales and Victoria (Ausi ) tapi sekarang Cuma bias ditemukan di taman nasional dekat Epping Forest Station di Queensland. Cuma ditemukan sekitar 113 ekor doang.
8. Tamaraw (Dwarf Water Buffalo)

Ditemukan di Philippines. Lucu yah ni kerbau, liat kupingnya deh. Pertama kali dinyatakan terancam punah tahun 2000. kini tinggal tersisa sekitar 30 – 200 ekor. Masih sering diburu sama pemburu liar.
9. Iberian Lynx

The Lynx. Ini kucing, bukan singa. Sesuai namanya, nih kucing adanya di Iberian ( kalo gak salah di spanyol). Cuma sekarang biasa ditemukan hanya di Andalusia. Kebanyakan mati karena kena perangkap, yang sebenarnya digunakan buat nangkap hewan buruan kayak kelinci. Cuma ada 100, turun dari 400 saat tahun 2000.
10. Red Wolf

Serigala ini masih sodaraan sama gray wolf, tapi ukurannya lebih kecil. Sekarang tempat tinggal mereka ada di timur laut North Carolina. Tinggal 20 ekor red wolves murni ditemukan tahun 1980, tapi sekarang sudah berkembang lebih dari 200 ekor.

10 Binatang Yang Dinyatakan Punah Namun Ditemukan Kembali


Satu spesies Lazarus atau takson yang telah dianggap punah, benar benar ditemukan kembali dalam keadaan hidup. Ikan Coelecanth ini mungkin contoh spesies yang paling terkenal yang telah dinggap punah namun ternyata ditemukan masih ada, Tapi daftar ini akan menampilkan urutan yang lebih baru tentang spesies – spesies yang dianggap sudah punah namun masih ada dan hidup.
Dalam daftar yang disusun listverse ini mencakup spesies dari golongan mamalia, burung, ampibi dan juga reptil.
1.Gagak Banggai 
Corvus unicolor
Tidak tercatat sejak 1885
Ditemukan kembali: 2007 (dikonfirmasi 2009)
Status terkini: sangat terancam punah
Sekali lagi, makhluk ini dikenal para ilmuwan hanya dengan beberapa spesimen yang diambil dari sebuah pulau tak dikenal di kepulauan Banggai Indonesia, sekitar tahun 1880-an. Tidak ada bukti bahwa burung telah terus bertahan hidup setelah itu.
Penampakan belum dikonfirmasi pada tahun 1991 tidak menyebabkan sesuatu yang lebih konklusif meskipun laporan bahwa burung-burung itu terlihat di Pulau Peleng terus berlanjut.
Selama survei di sana pada tahun 2007 bulan agustus,ornithologist dari Indonesia Mochamad Indrawan menangkap dan memfoto burung ini, tetapi konfirmasi bahwa hewan ini benar-benar adalah Gagak Banggai baru ada pada 2009 ketika Pamela C Rasmussen dari American Museum of Natural History menganalisis penemuan terbaru dan membandingkannya dengan spesimen yang ada di museum .
Populasi saat ini diperkirakan tinggal sekitar 500 individu dan Mochamad Indrawan sekarang terlibat usaha menjaga dan melindungi spesies ini yang sering diburu dan dikonsumsi oleh penduduk setempat.
2. New Zealand Storm Petrel 
Oceanites maorianus
Dianggap punah: 1850
Ditemukan kembali: 2003
Status terkini: sangat terancam punah
Burung laut yang kecil ini, mirip dengan hewan lain di daftar ini, hanya pernah diketahui para ilmuwan oleh sejumlah kecil spesimen. dianggap punah sejak 1850-an.
Penemuan kembali menjadi menarik karena menunjukkan bahwa satu foto ambigu dapat menyebabkan hasil yang lebih menjanjikan.
Pada awal tahun 2003 beberapa foto diambil dari Semenanjung Coromandel Selandia Baru Pulau Utara, dan ini diikuti pada akhir tahun dengan foto-foto berkualitas baik dan video dari sekitar 10 burung di Teluk Hauraki.
Spesimen hidup ditangkap di daerah itu sekitar dua tahun kemudian, dan mereka masih terlihat dari waktu ke waktu di sana.Populasi saat ini tidak diketahui dan para ilmuwan belum menemukan lokasi penangkaran burung.
3. Terror Skink 
Phoboscincus bocourti
Tidak tercatat sejak tahun 1870-an
Ditemukan kembali: 2003
Status terkini: Terancam
Sedikit yang diketahui mengenai hewan ini sampai satu dekade lalu, dikenal para ilmuwan dari hanya satu spesimen yang ditemukan pada tahun 1876. Kedua hal ini spesimen dan yang ditemukan baru-baru ini terletak di Ile de Pin di Kaledonia Baru.
Pada tahun 2003, sebuah spesimen hidup ditemukan oleh Ivan Ineich dari Museum nasional d’Histoire Naturelle, Paris.
Makhluk itu difilmkan dan difoto sebelum dibebaskan, dan individu yang lebih lanjut ditemukan oleh Ineich di pulau tak berpenghuni di tahun 2005.
Populasi saat ini tidak diketahui tetapi diperkirakan kurang dari 250 individu dan dianggap terancam punah karena walaupun tidak ada ancaman manusia, pulau ini rentan terhadap kebakaran liar dan tsunami.
4. Kadal Raksasa La Palma 
Gallotia auaritae
Dianggap Punah : 500 tahun yang lalu
Ditemukan kembali: 2007 
Status terkini: sangat terancam punah
Para ilmuwan tampaknya tidak mampu memilih tanggal yang tepat untuk kepunahan makhluk ini tapi mereka setuju bahwa penurunan reptil ini mulai di sekitar waktu manusia mulai menghuni Kepulauan Canary.
Sekali lagi, tikus memainkan peran mereka dalam mengurangi hewan dalam populasi, seperti halnya konsumsi manusia dan hilangnya habitat.
Hewan ini diyakini telah punah sekitar 500 tahun yang lalu. namun ditemukan kembali pada tahun 2007 ketika Luis Enrique Minguez, seorang peneliti di lembaga satwa liar IREC memotret makhluk ini saat merangkak naik. Penelitian lebih lanjut menyimpulkan ini adalah Kadal Raksasa la palma.
Menariknya, dua lainnya diduga reptil punah ditemukan kembali juga di Kepulauan Canary, Kadal Raksasa El Hierro di tahun 1974 dan Kadal Raksasa La Gomera di tahun 1996.
5. Cuban Solenodon
Solenodon cubanus
Terakhir dilihat: 1890 
Resmi dinyatakan punah: 1970 
Ditemukan kembali: 2003 
Status terkini: Terancam
Pada tahun 2003 seekor Cuban Solenedon ditangkap, difilmkan, dipelajari selama dua hari dan dilepaskan kembali ke alam liar, tetapi sebelumnya diberi nama Alejandrito.
Alejandrito hanyalah Cuban Solenedon ke-37 yang telah dicatat.
Makhluk kecil berbisa ini endemik Kuba dan pada awalnya ditemukan oleh naturalis Jerman Wilhelm Peters pada 1861, tidak ada spesimen telah ditemukan sejak tahun 1890 dan makhluk itu dikhawatirkan punah tahun 1970. 3 spesimen ditemukan di 1974/75 tetapi hanya ada sedikit informasi tentang spesimen-spesimen ini dan tidak ada penampakan lagi sampai 2003.
Tidak ada spesimen hidup lebih lanjut telah ditemukan sejak tahun 2003, tapi satu spesimen yang mati ditemukan pada tahun 2005.
6.Tikus Pinus Bavaria
Microtus bavaricus
Dianggap punah: tahun 1962 
Ditemukan kembali: 2000/2001 
Status terkini: sangat terancam punah
Penemuan kembali tikus kecil ini , di daerah Alpen Bavaria, Austria dan Italia, yang menarik karena menunjukkan berapa lama kadang-kadang untuk makhluk yang sebelumnya dianggap punah untuk diakui sebagai ada.
Mamalia ini terakhir tercatat pada tahun 1962 di Garmisch-Partenkirchen, Bavaria, yang pada waktu itu diketahui sebagai satu-satunya lokasi tikus berdomisili. Dikhawatirkan punah pada 1980-an ketika padang rumput terakhir yang dihuni dibangun aspal di atasnya.
Namun, populasi hewan itu ditemukan di Tyrol Austria di tahun 1976-1977, tetapi belum dikonfirmasi sebagai spesies Bavaria voles Pine sampai tahun 2000.
Kebetulan, tahun berikutnya, Frederike Spitzenberger, seorang ilmuwan penelitian Wina, menemukan spesimen hidup dalam perangkap dan tes DNA lebih lanjut membuktikan bahwa makhluk ini memang tikus pinus Bavaria.
Populasi tikus ini kini terus menurun dan kurang dari 50 individu telah dikumpulkan. Hewan ini dianggap punah secara lokal di Jerman dan hanya ditemukan di satu lokasi di Pegunungan Rofan, Utara Tyrol, Austria.
7. Painted Frog
Atelopus ebenoides
Dianggap punah : tahun 1995 
Ditemukan kembali : 2006 
Status terkini : sangat terancam punah
Asli hanya ada Kolombia, amfibi ini, sebelum penemuan kembali, terakhir terlihat pada tahun 1995 dan diduga telah menjadi korban dari penyakit jamur Chytridiomycosis yang telah memberikan kontribusi terhadap penurunan populasi global di hampir semua spesies amfibi.
Upaya untuk menemukan spesies ini terbukti sia-sia sampai Mei 2006, ketika ditemukan oleh Profesor Carlos Rocha dan tim peneliti dari Universitas Pedagogi dan Teknologi dari Kolombia.
Penemuan kembali ini memberikan harapan bagi para ilmuwan bahwa beberapa amfibi sedang mengembangkan adaptasi resistensi terhadap penyakit jamur itu.
8. Kokanee Hitam
Oncorhynchus nerka kawamurae
Dianggap punah :Tahun 1940 
Ditemukan kembali : 2010 
Status terkini : Informasi terbatas
Ini ikan Jepang, subspesies salmon, dianggap telah punah pada tahun 1940 ketika hanya penduduk pribumi membuat proyek listrik hidro di Danau Tazawa tempat habitat asli ikan ini, sehinga air danau menjadi asam
Meskipun usaha pemindahan telur ikan pernah dilakukan ke Danau Saiko sekitar 300 mil jauhnya, ini dianggap telah gagal sampai tahun 2010 ketika ilmuwan Tetsuji Nakabo dan tim peneliti di Kyoto University menemukan spesimen hidup di Danau Saiko.
9. Lord Howe Stick Insect 
Dryococelus australis
Pemikiran punah : 1930 
Ditemukan kembali : 2001 
Status terkini : sangat terancam punah
Ini adalah serangga tongkat besar dijuluki “serangga paling langka di dunia” pada penemuan kembali , hanya 30 individu yang ditemukan. Mereka ditemukan kembali di salah satu pulau kecil tak berpenghuni yang disebut Bola Piramida dalam kepulauan Lord Howe.
Serangga bersayap berukuran raksasa ini dulu sangat banyak dijumpai di kepulauan ini, namun populasinya menurun, setelah tikus mendarat bersama kapal pasokan SS makambo yang kandas di sana. Sehingga serangga-serangga ini menjadi makanan utama para tikus yang mulai meraja lela.
Harapan bahwa spesies binatang itu ada yang selamat dalam kepunahan kembali ada, ketika spesimen yang baru sajaa mati ditemukan oleh pendaki pada tahun 1960.
Spesimen hidup ditemukan pada Februari 2001. Saat ini ada sekitar 450 spesies yang diketahui masih hidup, beberapa dikembalikan ke habitat asli mereka Lord Howe Island.
Ada juga rencana untuk membasmi populasi tikus untuk memberikan kesempatan serangga raksasa ini untuk berkembang biak.
10. Burung Pelatuk Paruh Gading
Campephilus principalis
Dianggap Punah : di Circa 1944 
Status saat ini : Unknown
Sejauh ini bukti keberadaannya belum begitu meyakinkan dan tidak ada spesimen , baik hidup atau mati, telah ditangkap. IUCN mendaftar burung ini dalam status terancam punah tetapi American Birding Association menggambarkan burung ini kemungkinan punah.
Bukti konklusif terakhir tercatat keberadaan burung di Amerika Serikat itu pada tahun 1944, tapi itu terlihat di Kuba akhir 1987.
Sejak 1990-an ada banyak ekspedisi ke bayous Louisiana di mana burung tinggal, sementara rekaman suara dan video telah dibuat, ini masih dianggap tidak meyakinkan, . Sementara beberapa ilmuwan percaya burung masih hidup, tanpa bukti status burung pelatuk berparuh gading masih merupakan misteri. 

DAFTAR BEBERAPA INFORMASI SATWA INDONESIA YANG TELAH PUNAH


Adakah satwa Indonesia yang telah punah?. Jawabannya pasti ada. Bahkan saya sedikitnya menemukan 6 (enam) spesies hewan (satwa) yang telah dinyatakan punah. Keenam binatang tersebut adalah Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), Harimau Bali (Panthera tigris balica), Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni), Tikus Hidung Panjang Flores (Paulamys naso), Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus), dan Tikus Gua Flores (Spelaeomys florensis).
Keenam hewan ini telah dinyatakan punah. Meskipun untuk Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), masih banyak ahli dan peneliti (utamanya dari Indonesia) yang meyakini hewan ini masih ada. Berikut satwa Indonesia yang telah dinyatakan punah oleh The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). 

Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica)

Harimau Jawa atau Java Tiger (Panthera tigris sondaica) adalah jenis harimau yang hidup di pulau Jawa. Harimau ini dinyatakan punah pada tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahun 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekor jenis harimau ini di habitatnya. Terakhir kali ada sinyalemen keberadaan Harimau Jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulau Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverifikasi.
Harimau Jawa berukuran kecil dibandingkan jenis-jenis harimau lain. Harimau jantan mempunyai berat 100-141 kg dan panjangnya kira-kira 2.43 meter. Betina berbobot lebih ringan, yaitu 75-115 kg dan sedikit lebih pendek dari jenis jantan.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Ordo: Carnivora. Famili: Felidae. Genus: Panthera. Spesies: Panthera tigris. Upaspesies: Panthera tigris sondaica. Nama trinomial: Panthera tigris sondaica. (Temminck, 1844)

Harimau Bali (Panthera tigris balica)

Harima Bali atau Bali Tiger (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah yang dapat ditemui di pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan Harimau Sumatera (spesies terancam)
Harimau BaliHarimau ini adalah harimau terkecil dari tiga sub-spesies. Harimau terakhir diyakini ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Karena besar pulau yang kecil, hutan yang terbatas, populasi yang tidak pernah lebih besar dan dianggap tidak ada yang selamat hingga hari ini.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Ordo: Carnivora. Famili: Felidae. Genus: Panthera. Spesies: Panthera tigris. Upaspesies: Panthera tigris balica. Nama trinomial: Panthera tigris balica. (Schwarz, 1912).

Kuau Bergaris Ganda  (Argusianus bipunctatus)

Double-banded Argus atau Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus) adalah satwa sejenis unggas yang dipercaya pernah hidup di Indonesia (Jawa dan Sumatera) dan Malaysia. Satwa bergenus sama yang masih ada hingga sekarang adalah Kuau Raja (Argusianus argus). Kuau Bergaris Ganda tidak pernah ditemukan di alam, deskripsinya didasarkan pada sejumlah bulu yang dikirim ke London dan dipertelakan pada tahun 1871. IUCN memasukkannya dalam status punah.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Order: Galliformes.
Famili: Phasianidae. Genus: Argusianus. Spesies: Argusianus bipunctatus

Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni)

Verhoeven’s Giant Tree Rat (Papagomys theodorverhoeveni) adalah satwa dari famili (suku) tikus-tikusan (Muridae) yang pernah hidup di Pulau Flores, Indonesia. Binatang ini dinyatakan punah oleh IUCN pada tahun 1996. Namun para ahli meyakini satwa ini telah punah sekitar 1500 SM. Spesies ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Subkelas:Eutheria. Ordo: Rodentia. Famili: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Papagomys. Spesies: Papagomy theodorverhoeveni. Nama Binomial: Papagomys theodorverhoeveni(Musser, 1981)

Tikus Hidung Panjang Flores (Paulamys naso)

Seperti halnya Papagomy theodorverhoeveniTikus Hidung Oanjang Flores atauFlores Long-nosed Rat (Paulamys naso), satwa dari famili tikus-tikusan ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Infrakelas:Eutheria. Order: Rodentia. Keluarga: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Paulamys. Spesies: Paulamys naso (Musser, 1986).

Tikus Gua Flores (Spelaeomys florensis)

Seperti halnya Papagomy theodorverhoeveniTikus Gua Flores atau Flores Cave Rat (Spelaeomys florensis) satwa dari famili tikus-tikusan ini hanya dikenal dari beberapa subfossil fragmen-fragmen yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mamalia. Infrakelas:Eutheria. Order: Rodentia. Keluarga: Muridae. Subfamili: Murinae. Genus: Spelaeomys. Spesies: Spelaeomys florensis (Hooijer, 1957).
Akankah daftar satwa Indonesia yang telah punah ini akan bertambah panjang?. Sedikit kepedulian dari kita semua sepertinya sangat diperlukan.

Sedikit Coretan Sedikit Cerita

Berbagi rasa setumpuk rindu.

Akhirnya diriku kembali lagi mengisi lembaran-lembaran yang kosong ini
menjadi lembaran-lembaran yang berarti.
senada dengan hari-hari yang begitu penuh kerusakan
banyak binatang-binatang,kini berjatuhan
banyak sekali informasi yang membuat para pecinta satwa
meneguk rasa pahit dari sebuah kehidupan
para manusia mungkin tidak sadar , hari ini , kemarin , atau hari yang akan datang
memenuhi hari-harinya dengan menyiksa habitat para satwa
saya sendiri disini cukup prihatin dengan adanya berbagai macam kerusakan yang terjadi di alam kita yang tercinta ini,alam yang telah didirikan oleh yang maha kuasa.
setumpuk rindu kami ucapkan kembali
kepada para satwa yang kini sudah tidak bisa lagi di jumpai di dunia ini.
setelah lama saya mencari berbagai informasi dan saya kumpulkan, mungkin hari ini saatnya saya lembur untuk memposting semua informasi yang saya dapatkan,untuk saya bagikan ke semua para pembaca setia blogger.com
tidak lupa juga , saya panjatkan bela sungkawa atas hilangnya peradaban kura-kura galapagos yang kemarin gagal bereproduksi dan meninggal.

sekali lagi, mungkin tidak ada salahnya untuk saling mengingatkan kepada para pecinta satwa.
untuk tidak memburu satwa yang sudah ada di habitatnya demi materi.
jikalau ingin memiliki satwa-satwa yang bagus.
kita cari saja peternakan para satwa masing-masing
seperti peternak ular,kucing,kelinci,kadal,iguana dan lain-lain.

mungkin sedikit cerita ini baik untuk kita semua 
salam hangat



Sabtu, 19 Mei 2012

ULAR BERBISA ASLI INDONESIA ,CEK NIH TEMAN :)



Siamese Russell’s Viper Daboia russelii siamensis (Vipera russelii)
- panjang max : sampai 150cm
- terestrial
- nocturnal
- ovoviviparous
- berbisa dan mematikan
- penyebaran : jawa


Malayan Pit-viper Calloselasma rhodostoma
- panjang max : sampai 100cm
- terestrial
- nocturnal
- berbisa dan mematikan
- penyebaran : sumatera,jawa


White-lipped Pit-viper Trimeresurus albolabris albolabris
- panjang max : sampai 100cm
- arboreal
- nocturnal
- berbisa berbahaya 
- penyebaran : sumatera,jawa,bali


Pope’s Pit-viper Trimeresurus popeiorum
- panjang max : sampai 82cm
- arboreal
- nocturnal 
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : sumatera


Mangrove, or Shore, Pit-viper Trimeresurus purpureomaculatus
- panjang max : sampai 105cm
- arboreal
- nocturnal
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : sumatera,kalimantan

 
Wagler’s Pit-viper or Temple Viper Tropidolaemus wagleri
- panjang max : sampai 100cm
- arboreal
- nocturnal
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : sumatera,kalimantan,sulawesi



Trimeresurus Fasciatus

- panjang max : sampai 100cm
- arboreal
- nocturnal
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : pulau djampea,sulawesi selatan


Bornean Pit-viper Trimeresurus puniceus
- panjang max : sampai 64cm
- arboreal
- nocturnal
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : sumatera,kalimantan,jawa


Mountain Pit-viper Ovophis monticola convictus
- panjang max : sampai 100cm
- terrestrial
- nocturnal 
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : sumatera



King Cobra Ophiophagus hannah
- panjang max : sampai 585cm
- terrestrial
- diurnal
- berbisa dan sangat mematikan
- penyebaran : sumatera,jawa,kalimantan,bali


Cobra Naja sputatrix
- panjang max : sampai 160cm
- terestrial
- diurnal
- berbisa dan mematikan
- penyebaran : sebagian besar dari wilayah Indonesia


Malayan, or Blue, Krait Bungarus candidus
- panjang max : sampai 144cm
- terrestrial
- nocturnal
- berbisa dan mematikan
- penyebaran : sebagian dari wilayah Indonesia


Banded Krait Bungarus fasciatus
- panjang max : sampai 200cm
- terestrial
- nocturnal
- berbisa dan mematikan
- penyebaran : sebagian dari wilayah Indonesia


Red-headed Krait Bungarus Flaviceps
- panjang max : sampai 190cm
- terestrial
- nocturnal
- berbisa dan mematikan
- penyebaran : sumatera,kalimantan


Blue Long-glanded, or Blue Malaysian, Coral Snake Maticora bivirgata flaviceps
- panjang max : sampai 140cm
- terrestrial 
- nocturnal
- berbisa dan mematikan
- penyebaran : sebagian dari wilayah Indonesia


Small-spotted Coral Snake Calliophis maculiceps
- panjang max : sampai 47cm
- terrestrial
- nocturnal
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : sumatera


Yellow-lipped Sea Krait Laticauda colubrina
- panjang max : 150cm
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : perairan Indo-australia dan Pasifik barat


Beaked Sea Snake Enhydrina schistosa
- panjang max : sampai 158cm
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : perairan Indo-Pasifik


Red-necked Keelback Rhabdophis subminiatus
- panjang max : sampai 130cm
- terrestrial
- diurnal
- berbisa dan berbahaya
- penyebaran : sebagian dari wilayah Indonesia


Death adder Acanthophis antarcticus
- terrestrial
- nocturnal
- berbisa dan sangat mematikan
- penyebaran : papua

BEBERAPA JENIS MATA GECKO

normal 


enigma 


albino eclipse


eclipse


bell enigma / red eye enigma


dan masih ada lagi mata albino tremper , bell ,dan rainwater,,,
ketiganya bisa di search sendiri ya....

LEOPARD GECKO. what is LG?

1. 
Mack Snow


MS Enigma


MS het raptor


MS Bell




SS


SST het raptor


SSTE het raptor


2. My Albino Collection

Trem.Enigma het raptor


Bell Albino


BB het DB


Sunglow


3. My Raptor Collection

Raptor


Raptor


MS Raptor


MS Raptor Stripe



Leopard Gecko adalah hewan malam yang aslinya berasal dari PakistanIndia dan Iran, yang menjadi hewan peliharaan populer karena relatif mudah dipelihara.

Daftar isi

  [sembunyikan

[sunting]Kandang

Vivarium atau kotak plastik bisa digunakan untuk tempat tinggal leopard gecko. Kandang dengan ukuran 90x45x45cm akan cukup menampung dua atau 3 ekor gecko. Jangan tempatkan 2 jantan dalam satu kandang karena mereka akan berkelahi, kemungkinan sampai mati. Seperti reptil pada umumnya, leopard gecko juga akan stress jika tidak punya tempat untuk bersembunyi. Bekas tempat mentega atau batok kelapa bisa dipakai. Sediakan juga tempat yang lembap terutama saat gecko akan berganti kulit.

[sunting]Pemberian makan

Leopard gecko adalah pemakan serangga. Merekla adalah hewan malam, jadi masukkan makanan mereka ke dalam kandang setelah gelap. Aturan dasarnya, jangan berikan makan yang melebihi panjang gecko dan besarnya lebih dari setengah lebar kepala gecko. Untuk bayi gecko & gecko muda beri makan 4 hingga 8 serangga per hari. Untuk dewasa berikan 10 serangga untuk 2 atau 3 hari sekali. Sebelumnya serangga bisa ditaburi kalsium untuk pertumbuhan tulang & ingat untuk selalu menyediakan air bersih.
Ada beberapa macan serangga yang bisa diberikan. Ulat sutra memiliki kandungan protein, mineral dan vitamin tapi tidak selalu mudah didapatkan. Ulat bambu sangat berlemak, jadi berikan sekali sekali saja. Belalang dan jangkrik juga pilihan yang bagus, buang kaki belakangnya terlebih dahulu supaya lebih mudah ditangkap oleh gecko.

[sunting]Kesehatan

Leopard gecko biasanya sangat kuat dan bisa bertahan hidup hingga 20 tahun, jadi masalah kesehatan yang parah jarang terjadi. Tapi untuk mencegah penyebaran penyakit & parasit, karantina reptil yang baru dibeli selama beberapa bulan sebelum menempatkannya dalam kandang. Suhu dibawah 22 derajat celcius atau terlalu lembap bisa menyebabkan infeksi pernapasan karena sistem kekebalan tubuh tertekan. Gejalanya bisa jadi sulit untuk diidentifikasi tapi mulut yang sedikit terbuka & napas yang terengah engah bisa jadi tanda. Gelembung lendir pada lubang hidung dan napas yang berat adalah ciri ciri yang lain. Jaga suhu siang hari pada 32 derajat celcius dan jangan kurang dari 26 °C pada malam hari.
Jika merasa terancam beberapa gecko memutuskan ekornya. Ini bisa terjadi jika gecko yang lain menggigit ekornya. Pisahkan gecko yang terluka, beri makan, minum & suhu yang hangat. Jika ekornya tumbuh lagi, ekornya akan lebih pendek dan lebih gemuk dari ekor yang sebelumnya.
Jika gecko tidak mendapatkan cukup kalsium, penyakit metabolik tulang atau hipokalsemia bisa menyerangnya. Ini terjadi saat tubuh benar2 membutuhkan kalsium tapi tidak mendapatkan pasokan yang cukup dari makanan hingga tubuhnya akan menyedot kalsium dari tulangnya. Gecko akan menjadi lesu, dengan sendi sendi yang membengkak, kaki yang tertekuk, rahang melunak dan terlihat sangat lemah. Karena bubuk kalsium amat mudah didapatkan, masalah seperti ini bisa dicegah dari awal. Infeksi mulut bisa terjadi jika gecko berkelahi dengan gecko lain, kandang yang kotor atau karena luka. Akan terlihat bengkak di sekitar mulut leopard gecko. Perawatannya akan meliputi pembersihan kandang secara rutin dan pemberian oral antibiotik.

[sunting]Komunitas pecinta

Berkembangnya hobi memelihara reptil, menjadikan leopard gecko sebagai salah satu alternatif pecinta reptil mini. Hal ini memengaruhi banyak bermunculannya komunitas leopard gecko di Indonesia. Salah satu komunitas yang berkembang pesat adalah Pecinta Leopard Gecko 

COPAS DARI WIKIPEDIA :)
GAMBAR DARI RX